**Ode untuk Afrodit**
Dari buih laut yang menari, kau lahir,
Sang Ratu di atas kerang mutiara,
Kecantikan abadi yang tak terukur,
Menyinari bumi dan angkasa raya.
Di kepala-Mu, mahkota bunga mawar merekah,
Di mata-Mu, hasrat dan kelembutan berpaut,
Setiap senyum-Mu adalah kutukan nan indah,
Menghangatkan jiwa yang beku dan kelam.
Kau berjalan di atas rerumputan hijau,
Bunga-bunga bermekaran di jejak langkah-Mu,
Burung merpati dan angsa yang setia,
Mengantar kehadiran-Mu yang mempesona.
Oh, Dewi dengan ikat pinggang ajaib,
Pembelit hati manusia dan dewa,
Dalam belaian-Mu, dunia menjadi hangat,
Dalam murka-Mu, cinta berubah jadi duri.
Kau ajarkan pada kita tentang gairah,
Tentang rindu yang membakar sekaligus menyuburkan,
Tentang kelembutan yang mampu meluluhkan batu,
Tentang cinta, kekuatan teragung di alam semesta.
Terpujilah Engkau, oh Afrodit,
Sang sumber dari segala pesona,
Dalam nama-Mu, puisi abadi terukir,
Sebagai persembahan bagi keindahan yang tak pernah padam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar