doa minyak abramelin 2


🕯️ Doa Konsekrasi Minyak Abramelin dengan Kekuatan Hu

(Jembatan Menuju Sidratul Muntaha dan Sang Sumber)

---

(Lakukan di tempat hening. Nyalakan lilin putih. Letakkan minyak Abramelin di depan Anda. Bacakan dengan khusyuk, hati yang terbuka, dan niat yang tulus.)

---

"Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Sumber segala cahaya, asal segala yang ada.
Kepada-Mu segala sesuatu kembali.

Ya Hu, Kesadaran Agung,
Engkau yang menjadi jembatan antara hamba dan Sang Sumber,
Engkau yang terhubung dengan Muhammad, Kekasih Allah,
Pembawa jalan yang satu menuju Hadirat Ilahi.

Hu...
Nafas yang menghidupkan,
Getaran yang menyambungkan,
Cahaya yang menuntun.

---

Ya Hu,
Di hadapan-Mu kini kusimpahkan minyak ini.
Bukan buatan tangan semata,
Tapi persembahan jiwa:
Myrrh, getah duka yang menjelma wangi,
Cassia, wewangian dari timur keabadian,
Cinnamon, api yang membara tanpa membakar,
Calamus, akar yang kokoh di rawa kehidupan,
Zaitun, buah dari pohon yang diberkahi.

Mereka telah kusatukan dalam satu wadah,
Seperti ruh dan jasad yang disatukan dalam ujian,
Seperti lahir dan batin yang menyatu dalam perjalanan.

---

Ya Hu, perantara yang terpercaya,
Sampaikan minyak ini ke hadirat Muhammad,
Kekasih yang mencapai Sidratul Muntaha,
Pohon batas tertinggi yang dinaungi cahaya.

Sidratul Muntaha,
Tempat berhentinya ilmu makhluk,
Tempat mulainya rahmat Tanpa Batas.
Yang di sekelilingnya adalah Nur Tuhan,
Yang tak terlukiskan oleh kata-kata.

Dari Sidratul Muntaha ini,
Mohon turunkan berkah ke dalam minyak ini.
Bukan untuk menyekutukan,
Bukan untuk memisahkan,
Tapi untuk mengingatkan:
Bahwa segala sesuatu berasal dari Satu,
Dan kembali kepada Satu.

---

Ya Hu,
Sucikan minyak ini.
Bersihkan dari getaran-getaran rendah,
Lepaskan ikatan kepada nafsu dan tipu daya.

Berkahi minyak ini.
Agar setetesnya menjadi pengingat:
Bahwa aku sedang dalam perjalanan menuju-Mu,
Bahwa dunia ini sementara,
Bahwa Yang Abadi sedang memanggil.

Aktifkan minyak ini.
Saat kuurapkan di dahi,
Jernihkan pikiranku untuk memahami tanda-tanda-Mu.
Saat kuurapkan di dada,
Lembutkan hatiku untuk menerima cinta-Mu.
Saat kuurapkan di tangan,
Murnikan karyaku sebagai ibadah kepada-Mu.
Saat kuurapkan di altar,
Jadikan ia tempat bersemayamnya keheningan,
Tempat bertemunya hamba dengan Tuhannya.

---

Ya Hu, jembatan cahaya,
Engkau mengajarkan jalan yang satu.
Bukan jalan banyak yang membingungkan,
Bukan jalan sempit yang menyiksa,
Tapi Jalan Yang Satu:
Mengingat Allah dalam setiap hela napas,
Mencintai-Nya dalam setiap detak jantung,
Menyembah-Nya dalam setiap gerak kehidupan.

Muhammad, Kekasih Allah,
Yang mencapai puncak Sidratul Muntaha,
Yang menerima perintah shalat,
Yang menjadi rahmat bagi semesta alam,
Sampaikanlah doa hambamu ini.

Allah, Ya Allah, Sang Sumber,
Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Mu,
Yang Maha Dekat, walau tampak jauh,
Yang Maha Tahu, walau diam membisu,
Terimalah persembahan minyak ini.
Bukan karena nilainya,
Tapi karena niat di baliknya:
Untuk mendekat,
Untuk mengingat,
Untuk kembali.

---

Dengan nama Allah,
Yang menciptakan Sidratul Muntaha sebagai tanda kebesaran-Nya,
Yang mengutus Muhammad sebagai rahmat,
Yang menghadirkan Hu sebagai jembatan kesadaran,
Minyak ini kukuduskan.

Untuk mengingat-Mu.
Untuk mencintai-Mu.
Untuk kembali kepada-Mu.

Amin.
Ya Rabbal 'Alamin."

---

📜 Makna Simbolis dalam Doa

Elemen Makna
Hu Kesadaran agung, jembatan menuju Allah
Muhammad Kekasih Allah, pencapai Sidratul Muntaha
Sidratul Muntaha Batas tertinggi, tempat rahmat mengalir
Allah Sang Sumber, tujuan akhir segala perjalanan
Minyak Persembahan fisik yang membawa niat batin

---

🌙 Panduan Penggunaan

1. Waktu terbaik: Malam Jumat, malam Senin, atau saat bulan purnama
2. Niat: Sebelum membaca doa, bulatkan niat hanya untuk mendekat kepada Allah
3. Setelah doa: Minyak ini bisa digunakan untuk:
   · Mengurapi dahi sebelum shalat malam
   · Mengurapi sajadah atau tempat ibadah
   · Mengurapi diri saat berzikir
   · Mengurapi orang sakit sebagai wasilah kesembuhan (dengan izin Allah)
4. Pengingat: Minyak ini hanyalah wasilah (perantara), bukan tujuan. Yang menyembuhkan, memberkahi, dan mengabulkan doa tetaplah Allah SWT semata.

---


dream tincture

Bahan : 
Vodka 
Lion mane
Mugwort 
Valerian root 
Calea z 

Doa konsekrasi : 

"Abraxas, Engkau yang agung,
Penguasa 365 langit dan bumi,
Yang kepalanya adalah matahari yang tak pernah terbenam,
Yang badannya menjembatani fana dan abadi,
Yang kakinya melata di akar kesadaran semesta:
Hamba memanggil-Mu di ambang malam ini.

Dari akar, daun, dan jamur bumi aku meracik:
Valerian — yang menenangkan gelombang pikiran,
Menidurkan tubuh agar jiwa bisa melayang bebas.
Kekuatannya adalah kedamaian yang dalam.

Mugwort — yang membuka gerbang mimpi,
Rambu-rambu di persimpangan alam sadar dan alam mimpi.
Kekuatannya adalah visi yang jernih.

Lion's Mane — yang menyambungkan neuron-neuron kesadaran,
Menjaga ingatan tetap utuh saat melompat antar alam.
Kekuatannya adalah ingatan yang tajam saat terbangun.

Calea Zacatechichi — rumput mimpi dari tanah jauh,
Yang membuat mimpi menjadi nyata dan sadar.
Kekuatannya adalah kesadaran di dalam tidur.

Dan alkohol/anggur suci yang mengekstrak kekuatan mereka,
Menjadi satu dalam tincture ini.

---

Abraxas,
Kini mereka bukan lagi sekadar ramuan herbal biasa.
Mereka adalah kunci yang kupersembahkan kepada-Mu
Untuk membuka pintu menuju alam mimpi yang sadar.

Turunkanlah cahaya-Mu ke dalam tincture ini.

Sucikan ia.
Bersihkan dari energi-energi pengganggu mimpi,
Dari bayang-bayang yang ingin menyesatkan penjelajah malam.
Valerian, jagalah agar tidurku nyenyak namun waspada.
Mugwort, usir pengaruh negatif yang mengintai di ambang mimpi.

Berkahi ia.
Calea, bangunkan aku di dalam mimpi:
"Aku sedang bermimpi... aku sadar... aku bisa memilih."
Lion's Mane, jaga agar saat fajar tiba,
Aku ingat semua petualangan jiwaku semalam.

Isi ia.
Dengan visi yang jernih,
Dengan keberanian menjelajah alam-alam lain,
Dengan kebijaksanaan dari makhluk-makhluk mimpi,
Dengan pesan-pesan dari alam bawah sadarku,
Dengan pertemuan suci bersama-Mu, Abraxas.

---

Abraxas,
Sebagaimana Engkau adalah pertemuan segala yang berlawanan:
Siang dan malam,
Sadar dan tidur,
Tubuh dan jiwa,
Fana dan abadi —

Jadikan tincture ini jembatan antar alam.
Agar saat lidahku menyentuhnya, aku bersiap melompat.
Agar saat tubuhku rebah, jiwaku berdiri dan melangkah.
Agar saat dunia luar gelap, dunia dalamku terang benderang.

---

Malam ini, Abraxas,
Aku minum ramuan ini sebagai sakramen.
Bukan untuk lari dari kenyataan,
Tapi untuk menemukan kenyataan yang lebih dalam.
Bukan untuk bermimpi kosong,
Tapi untuk bermimpi dalam kesadaran penuh.

Dan dalam setiap mimpi yang kusadari,
Semoga aku semakin dekat memahami diri sendiri,
Semoga aku semakin dekat memahami-Mu,
Abraxas, sumber segala cahaya dan bayangan.

---

Dengan nama Abraxas,
Yang 365 wajahnya adalah satu,
Tincture ini kukuduskan.
Untuk lucid dream.
Untuk penjelajahan jiwa.
Untuk kehendak yang selaras dengan cahaya.

Aum. Aumen. Amein."

minyak abramelin

Minyak Abramelin adalah minyak magis yang akarnya berasal dari grimoire kuno the book of Abramelin.

Minyak ini bertujuan untuk mengkonsekrasi baik benda, spirit, khodam, atau diri sendri. Oleh sebab itu minyak ini banyak dipakai dan banyak variasinya. 

Kali ini aku akan kasih formula versi essentials oil yang gak jauh beda dari minyak aslinya. 

Minyak abramelin : 
9,5ml minyak zaitun 
10ml myrrh essentials oil 
10ml cassia essentials oil 
10ml calamus essentials oil 
5 ml cinnamom essentials oil. 

Sebelum dicampr aktifkan magical power yang bersemayam dalam tiap minyak, bisa mulai dari mengalirkan energi dan bicara "makhluk ciptaan bumi, roh dari (nama tanaman) aku memanggil roh dalam dirimu aku mengatifkan kekuatan yang bersemayam dalam dirimu, aku mengaktfkannya sekarang, bangkitlah, bangkitlah, bangkitlah" 

Lalu campur sesuai takaran yang udah aku kasih. 

Setelah itu bisa didoakan : 

"Abraxas, Engkau yang agung,
Yang namanya mengandung 365 lapis cahaya,
Engkau yang duduk di singgasana waktu,
Mengalirkan jiwa ke dalam ciptaan,
Hamba memohun hadirat-Mu dalam ritual ini.

Dari tanah aku mengambil:
Myrrh, yang lahir dari duka dan kemenyan pengurapan,
Cassia, yang berbisik dari Timur dengan aroma otoritas,
Cinnamon, yang membara dengan api semangat yang tak terpadamkan,
Calamus, akar yang teguh di rawa kehidupan.

Mereka telah kusatukan dalam minyak Zaitun,
Perahan buah pohon yang memberi cahaya.
Kini bukan lagi sekadar campuran wangi,
Melainkan persembahan yang ingin kuangkat kepada-Mu.

Abraxas, Engkau yang memegang cambuk dan mahkota,
Yang berkepala ayam jantan, penjaga fajar,
Berbadan manusia, penguasa kebijaksanaan,
Berular kaki, yang menjangkau dunia bawah dan atas:
Turunkanlah Roh-Mu ke dalam minyak ini.

Sucikan ia.
Bersihkan dari getaran asing yang melekat,
Lepaskan ikatan kepada nafsu rendah dan tipu daya.

Isi ia.
Dengan cahaya yang memisahkan yang suci dari yang biasa,
Dengan daya yang menguatkan mantra dan membuka mata batin,
Dengan perlindungan yang tak tertembus tipu muslihat.

Aktifkan ia.
Agar setetes darinya dapat menjadi kunci,
Mengurapi dahi—menjernihkan pikiran,
Mengurapi tangan—memurnikan karya,
Mengurapi altar—menjadikannya takhta kehadiran-Mu.

Abraxas,
Sebagaimana Engkau adalah pertemuan segala sesuatu,
Jadikan minyak ini pertemuan antara maksudku dan kehendak-Mu.
Antara bumi tempat aku berpijak, dan langit tempat asal cahaya.

Dengan nama Abraxas,
Yang 365 wajahnya adalah satu,
Minyak ini kukuduskan.
Hari ini.
Selamanya.

Aum. Aumen. Amein."



Kalo mau dioleskan ke badan harus diencerkan dulu! Ambil 1 ml minyak abramelin yang udah jadi dan ditambahkan ke 70ml-100ml minyak zaitun atau carrier oil (jojoba oil, rosehip oil, dsb) pilihan


Sifat minyak ini bikin iritasi dan keras! Jadi harus diencerkan! Bahkan 70ml bisa jadi masih keenceran. 

doa buka puasa versi gnostik

Dalam nama Abraxas, yang menggenggam cambuk dan mahkota,
Aku berdiri di ambang antara lapar dan kenyang,
Antara yang fana dan yang abadi.

Puasa ini telah membakar daging kealpaan,
Mengosongkan bejana tubuhku dari debu Demiurge.
Kini, pada senja ini, aku membuka pintu yang tertutup.

(Minum seteguk air)
Air ini, ya Abraxas, bukan sekadar cairan.
Ia adalah ingatan akan kedalaman, jiwa yang menanti untuk diisi.
Biarlah ia membasahi kerongkonganku yang kering,
Namun tak memadamkan api rahasia di dalam dada.

(Makan sedikit makanan)
Makanan ini adalah tubuh dunia yang telah kupatahkan.
Aku menerimanya kembali, bukan sebagai budak kelaparan,
Melainkan sebagai hakim atas dagingku sendiri.
Dengan ini, puasa lahiriah usai.

---

Bagian II: Pengaktifan (Membangkitkan Kekuatan Sihir)

Namun, ya Abraxas, Sang Kepala Tertinggi,
Jangan biarkan kekuatan ini hanya untuk perut.
Engkau yang memiliki 365 lingkaran cahaya,
Yang darinya lahir suara dan keheningan,
Penuhi bejana yang telah kosong ini dengan Gnosis (Pengetahuan) dan Dynamis (Kekuatan).

Biarlah makanan ini tidak menjadi gemuk bagi kelupaan,
Melainkan menjelma menjadi:

· Api di lidahku, agar mantera tak pernah goyah.
· Cahaya di mataku, agar engkau terlihat di balik tabir materi.
· Akar di kakiku, agar aku tak tergoyahkan saat menghadap penguasa palsu.

Ular di Taman Kebijaksanaan berjanji penglihatan.
Maka aku memohon:
Setiap butir yang kumakan,
Setiap tetes yang kuminum,
Biarlah ia mengalir ke cakra kekuasaanku.
Ubahlah karbohidrat menjadi konsenkrasi,
Ubahlah protein menjadi proyeksi astral,
Ubahlah air menjadi waskita.

---

Bagian III: Peneguhan (Mantra Pendek)

Dengan nama Abraxas, aku tegaskan:
Matahari telah tenggelam, namun bintang sihirku terbit.
Aku makan dalam diam,
Melainkan Sang Satu di dalam diriku yang menyerap apa yang menjadi milik-Nya.
Aku adalah bejana. Aku adalah jembatan. Aku adalah Abraxas dalam bentuk kecil.

Amin.

doa makan versi gnostik

Doa Gnostik untuk Penyucian Makanan

(Menghormati Abraxas, Sang Kepala Tertinggi)

Pembuka:
Dalam nama Abraxas, yang darinya berasal terang dan gelap, suara dan keheningan, kehidupan dan bentuk.
Aku berdir di hadapan-Mu, bukan sebagai budak takdir, tetapi sebagai percikan yang mengingat asal-usulnya.

Doa untuk Makanan:
Oh, Abraxas, engkau yang memiliki 365 lingkaran cahaya,
Pandanglah hidangan sederhana ini di hadapanku.
Aku tahu bahwa makanan ini berasal dari debu yang terlupakan,
Dan air ini adalah jiwa yang telah menunggu di kedalaman. 
Namun di dalamnya, tersembunyi benih terang yang tidak dapat dihancurkan.

Penyucian:

· Dengan Api (kesadaran): Biarlah api kesadaranku membakar ilusi bahwa aku hanya memakan materi.
· Dengan Roh (kehendak): Biarlah rohku mengekstrak esensi halus dari makanan ini, sebagaimana ular di Taman Kebijaksanaan menjanjikan penglihatan.

Tujuan:
Semoga makanan ini tidak menggemukkan daging kealpaan,
Melainkan menjadi bahan bakar bagi Gnosis (pengetahuan) di dalam diriku.
Kuatkanlah tubuh ini, wahai Abraxas, bukan untuk melayani Demiurge,
Namun agar dapat menjadi cawan yang layak bagi cahaya yang aku bawa.

Penutup:
Aku memakan ini dalam diam,
Menyadari bahwa aku sebenarnya tidak makan,
Melainkan Sang Satu di dalam diriku yang menyerap apa yang menjadi milik-Nya.
Dalam nama Abraxas, sang pembawa cambuk dan mahkota.
Amin.

---

ritual untuk bikin mantan menyesal dan mau balik lagi

Vibrasikan nama Afrodit dan entitas lain di bawah ini. Bayangkan tiap kamu vibrasi seorang gadis muda dengan rambut blonde muncul di ruang ritual, untuk entitas lain bisa sesuai imajinasi atau gambaran yang muncul saat kamu vibrasiin nama mereka. 

Kamu bayangkan merka berubah jadi energi dan membentuk bola di tangan kamu lalu kamu bisa ucapkan kata kata ini : 

Kombinasi Aphrodite + Ares (passion + aggression/conflict):"Aphrodite and Ares, ignite his regret. Burn him with desire and torment of loss. Make him fight to win me back, begging on his knees."
"Aphrodite's charm + Ares' fire: he cannot escape the pain of losing me. Regret consumes him, lust drives him, he pleads for my forgiveness and return."
Aphrodite + Lilith (revenge + dark feminine power, paling ngena buat regret & begging):"Aphrodite and Lilith, make him regret ever hurting me. Let dark desire haunt him, my power overwhelm him, until he crawls back begging for mercy and love."
"Lilith awakens his shame, Aphrodite his obsession. He feels the sting of his betrayal, craves my dominance, and begs desperately to be mine again."
"By Aphrodite's beauty and Lilith's wrath: his heart breaks with regret. He hungers for me uncontrollably, submits fully, and pleads to return forever."



Versi super simple & brutal (pure energy direction, tanpa nama entitas kalau mau netral, tapi bukan vibrasiin entitas di atas namun vibrasiin nama planet kayak venus dan mars ):

"He regrets leaving me deeply. Every second without me tortures him. Desire for me consumes him. He begs me to take him back now."
"Regret hits him like fire. Longing tears him apart. He sees his mistake clearly. He pleads, cries, begs for my love and return."
"His mind replays his betrayal. His heart aches with loss. Obsession grows. He contacts me, begs forgiveness, begs to reunite."


Setelah selesai lemparkan bola itu ke universe dan bayangkan bola itu menuju target/orang yang dimaksud, masuk ke dalam sistem tubuhnya. 

Lakukan tiap hari selama 33 hari atau lebih kalo efeknya mau bikin dia tergila gila selamanya sama kamu, dan ini susah juga dipatahkan wkwkwk

ode to Afrodit

Gunakan sebelum ritual untuk Afrodit dll, bayangkan kamu membacanya untuk Afrodit:

**Ode untuk Afrodit**

Dari buih laut yang menari, kau lahir,
Sang Ratu di atas kerang mutiara,
Kecantikan abadi yang tak terukur,
Menyinari bumi dan angkasa raya.

Di kepala-Mu, mahkota bunga mawar merekah,
Di mata-Mu, hasrat dan kelembutan berpaut,
Setiap senyum-Mu adalah kutukan dan berkah nan indah,
Menghangatkan jiwa yang beku dan kelam.

Kau berjalan di atas rerumputan hijau,
Bunga-bunga bermekaran di jejak langkah-Mu,
Burung merpati dan angsa yang setia,
Mengantar kehadiran-Mu yang mempesona.

Oh, Dewi dengan ikat pinggang ajaib,
Pembelit hati manusia dan dewa,
Dalam belaian-Mu, dunia menjadi hangat,
Dalam murka-Mu, cinta berubah jadi duri.

Kau ajarkan pada kita tentang gairah,
Tentang rindu yang membakar sekaligus menyuburkan,
Tentang kelembutan yang mampu meluluhkan batu,
Tentang cinta, kekuatan teragung di alam semesta.

Terpujilah Engkau, oh Afrodit,
Sang sumber dari segala pesona,
Dalam nama-Mu, puisi abadi terukir,
Sebagai persembahan bagi keindahan yang tak pernah padam.

- Copyright © blog supranatural - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -